Halaman

Tampilkan postingan dengan label bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bola. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 November 2012

"Si Nyonya Besar" Benamkan Chelsea dari Singgasana

Chelsea harus rela kehilangan posisi pertamanya di klasemen sementara Grup E Liga Champions, setelah dikalahkan Juventus 0-3 dalam matchday kelima di Juventus Stadium, Selasa atau Rabu (21/11/2012) dini hari WIB. Tiga gol tuan rumah dicetak Fabio Quagliarella, Arturo Vidal, dan Sebastian Giovinco.

Chelsea kini harus puas berada di peringkat ketiga dengan tujuh atau tertinggal tiga angka dari Shaktar Donetsk di puncak. Adapun Juventus menduduki peringkat kedua dengan poin sembilan.

Kedua tim memulai pertandingan dengan tempo cepat. Juventus mendapat peluang emas lebih dulu berkat aksi Stephan Lichtsteiner. Beruntung kiper Petr Cech mampu mengantisipasi tendangannya dengan sangat baik pada menit ketiga.

Lima menit kemudian giliran Chelsea yang mendapat kesempatan. Setelah melakukan penetrasi ke jantung pertahanan Juventus, Oscar kemudian melepaskan umpan ke Hazard. Sayang, tembakan pemain asal Belgia itu masih dapat digagalkan Gianluigi Buffon sehingga hanya menghasilkan tendangan pojok.

Sepanjang pertengahan babak ini, kedua kubu terus jual beli serangan. Tapi, Juventus akhirnya mampu unggul lebih dulu berkat gol Quagliarella pada menit ke-38. Ia berhasil menyontek bola tendangan keras Pirlo dari luar kotak penalti sehingga mengecoh Cech.

Chelsea tak mau kalah. Tim asuhan Roberto Di Matteo itu langsung melakukan serangan berbahaya dari aksi Oscar. Beruntung, Buffon dengan sigap memutuskan keluar kandangnya untuk mengamankan gawang "Si Nyonya Besar" dari usaha pemain asal Brasil tersebut.

Selepas turun minum, Juventus berhasil menambah keunggulannya menjadi 2-0 melalui Vidal pada menit ke-61. Menerima umpan matang Asamoah dari sisi kanan lapangan, Vidal menaklukkan Cech dengan tenang untuk mencatatkan namanya di papan skor.

Ketinggalan dua gol, Chelsea tak tinggal diam. Pelatih Di Matteo pun memasukkan Fernando Torres untuk menambah daya gedor lini depan. Beberapa kali, El Nino—sapaan Torres—melakukan sejumlah pergerakan yang cukup menyulitkan barisan pertahanan lawan.

Ingin memperkecil ketertinggalan, justru Chelsea kembali kebobolan pada injury time berkat gol pemain pengganti Giovinco. Skor 3-0 pun bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Menurut catatan UEFA, sepanjang pertandingan, Juventus menguasai bola sebanyak 48 persen dan melepaskan 15 tembakan akurat dari 26 percobaan. Adapun Chelsea menciptakan enam peluang emas dari 12 spekulasi.
Hasil itu membuat Juventus melejit ke posisi runner-up klasemen sementara dengan nilai sembilan. Shakhtar Donetsk berhasil melesat sebagai nomor satu, setelah mengalahkan Nordsjaelland 5-2. Wakil Ukraina itu mengoleksi sepuluh angka.
Sementara itu, Chelsea harus puas turun di posisi ketiga tetap dengan bekal tujuh poin.

Juventus (3-5-2):
1-Gianluigi Buffon; 3-Giorgio Chiellini, 15-Andrea Barzagli, 19-Leonardo Bonucci, 26-Stephan Lichtsteiner (4-Martin Caceres 68), 8-Claudio Marchisio, 21-Andrea Pirlo, 22-Kwadwo Asamoah, 9-Mirko Vucinic (12-Sebastian Giovinco 83), 23-Arturo Vidal, 27-Fabio Quagliarella (6-Paul Pogba 89).

Chelsea (5-2-3): 1-Petr Cech; 2-Branislav Ivanovic, 3-Ashley Cole, 4-David Luiz, 24-Gary Cahill; 28-Cesar Azpilicueta (13-Victor Moses 60), 6-Ramires, 11-Oscar, 12-Juan Obi Mikel (9-Fernando Torres 71), 17-Eden Hazard, 10-Juan Mata.

Alcantara, yang Lebih Tajam dari Messi

Siapa top scorer Barcelona sepanjang masa? Jika menyebut Lionel Messi, maka itu benar. Namun, menjawab Paulino Alcantara pun ternyata benar. Siapakah Alcantara?

Messi memang tercatat sebagai pencetak gol terbanyak Barcelona dengan 265 gol. Tapi, balik ke masa lalu, "Blaugrana" pernah memiliki seorang mesin gol mematikan bernama Paulino Alcantara Riestra. Tebak berapa jumlah gol Alcantara selama berseragam "El Barca"? 369 gol dalam 357 pertandingan!

Sayangnya, kompetisi resmi Liga Spanyol baru berlangsung 1929. Alhasil, seluruh gol Alcantara saat itu tak dianggap, meski Barcelona tetap mengklaim jika jumlah gol sang pemain tetap 369 gol di ajang resmi dan persahabatan.

Lahir 7 Oktober 1896 di Iloilo City, Filipina, pada usia tiga tahun Alcantara bermigrasi ke Barcelona, Spanyol. Menginjak usia 15 tahun, Alcantara mencicipi debutnya di Barcelona. Bakat luar biasa Alcantara langsung tercium dengan torehan hat-trick pada debutnya.

Dari periode 1912-16, meski masih berusia muda, Alcantara sudah menjadi andalan lini depan "Azulgrana". Tiga gelar sukses dipersembahkan Alcantara pada periode tersebut.

Kuliah Kedokteran
Pada 1916, keluarga Alcantara kembali ke Filipina. Alhasil, Alcantara pun ikut pulang ke kampung halamannya dan meninggalkan klubnya itu. Selama di Filipina, Alcantara lantas bergabung dengan klub lokal, Bohemians Sporting Club. Dia juga sempat bermain untuk timnas Filipina pada 1917 dan membawa negaranya mengalahkan Jepang 15-2 di sebuah turnamen mini.

Bermain sepak bola tak lantas membuat Alcantara lupa dengan pendidikan formal. Sambil berkiprah sebagai pemain, Alcantara juga belajar di bidang kedokteran. Sejak kecil, Alcantara memang bermimpi ingin menjadi seorang dokter. Nasib ternyata membawa mimpinya lebih lengkap. Menjadi pemain Barcelona dan seorang dokter.

Saking fokus terhadap karier kedokterannya, Alcantara pernah menolak ajakan timnas Spanyol untuk berlaga di Olimpiade 1920. Dia menolak lantaran jadwal Olimpiade 1920 berbarengan dengan ujiannya di kedokteran. Setelah pensiun, Alcantara meneruskan karier menjadi seorang dokter.

Kembali ke Barcelona
Setelah dua tahun menetap di Filipina, Alcantara akhirnya kembali ke Spanyol. Mulai saat itulah, karier Alcantara bersama Barcelona melejit bak meteor. Kematangan bermainnya semakin lengkap pada usia 23 tahun.

Barcelona pun dibawanya merajai kompetisi amatir papan atas Spanyol. Di bawah asuhan Pelatih Jack Greenwell, Alcantara berubah menjadi predator "Blaugrana" di kotak penalti lawan. Dari 1912-27, Alcantara setia mengabdi di Barcelona dengan menorehkan rekor 369 gol.

Karier internasional Alcantara juga lumayan lengkap. Tak hanya Filipina yang pernah dibelanya, Alcantara saat itu juga menjadi bagian timnas Spanyol dan Catalunya. Maklum, pada zaman itu, pemain bisa bebas membela negara tempatnya menetap.

Ada momen unik yang membuatnya dijuluki "El Romperedes" yang artinya perobek jaring. Pada 1922 saat membela Spanyol, Alcantara pernah merobek jaring gawang Perancis melalui tendangan kerasnya yang berbuah gol dari jarak 32 meter. Bisa dibayangkan sekeras apa tembakan Alcantara ketika itu, hingga jaring gawang pun sampai robek.

Alcantara memutuskan pensiun pada usia 31 tahun. Dia mengembuskan napas terakhir pada 13 Februari 1964 saat usianya 67 tahun.

Selama 48 tahun sudah Alcantara tiada. Namun, Barcelona, Bohemians, timnas Catalunya, Spanyol, dan Filipina boleh berbangga pernah diperkuat pemain tertajam "Blaugrana" sepanjang sejarah, Paulino Alcantara!

Senin, 12 November 2012

"Matematika" Sistem Poin FIFA

Sejak pertama kali diberlakukan pada Desember 1992, Asosiasi Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) telah mengubah sistem perhitungan poin sebagai referensi penentuan peringkat FIFA. Saat ini, FIFA memberlakukan perhitungan poin baru seusai Piala Dunia Afrika Selatan 2010.

Lantas bagaimana cara menghitung poin bagi negara-negara yang bertanding?

Berikut penjelasan dari Kompas.com seperti yang menjadi standarisasi FIFA sejak dua tahun lalu:

Faktor-faktor yang penentuan poin yang didapat dalam setiap pertandingan terdiri dari hasil pertandingan, status pertandingan, kekuatan lawan, dan kekuatan regional.

1. Hasil pertandingan
- Menang bernilai 3 poin
- Menang melalui adu penalti bernilai 2 poin
- Seri bernilai 1 poin
- Kalah melalui adu penalti bernilai 1 poin
- Kalah tak mendapat nilai

2. Status pertandingan
Status pertandingan digunakan sebagai faktor pengali. Semakin penting pertandingan yang dijalankan, kian besar juga faktor pengalinya.
- Laga uji coba dikalikan 1,00
- Laga kualifikasi Piala Kontinental (contoh: Piala Asia, Piala Eropa, dsb) dan Piala Dunia dikalikan 2,50
- Putaran final Piala Kontinental dikalikan 3,00
- Putaran final Piala Dunia dikalikan 4,00

3. Kekuatan dan peringkat lawan
Semakin tinggi peringkat lawan yang dihadapi, maka makin besar poin yang bisa diraih. Calon lawan yang dihadapi juga masuk sebagai faktor pengali dengan rumus yang ditetapkan:

Pengali kekuatan lawan = (200 - peringkat FIFA lawan) / 100

Contohnya: kalau melawan Jerman (peringkat 2 dunia), maka faktor pengalinya adalah (200 - 2) / 100 = 1,98 Bagi setiap tim yang menghadapi peringkat pertama dunia, maka faktor pengalinya otomatis menjadi 2,00 bukan 1,99. Dan, bagi yang melawan tim dengan peringkat ke-150 dunia ke bawah, maka akan dibulatkan menjadi 0,50.

4. Kekuatan regional FIFA juga akan memperhitungkan kekuatan lawan dari segi regional atau wilayah, misalnya AFC, UEFA, Conmebol, dsb. Setiap konfederasi diberi bobot antara 0,85 sampai 1,00, berdasarkan penampilan relatif konfederasi dalam tiga piala dunia terakhir. Untuk faktor pengali terbaru, maka akan digunakan seusai Piala Dunia Afsel 2010 lalu. Berikut nilainya:
- UEFA dikalikan 1,00
- Conmebol dikalikan 1,00
- Concacaf dikalikan 0,88
- AFC dikalikan 0,86
- CAF dikalikan 0,86
- OFC dikalikan 0,85
Faktor pengali yang digunakan merupakan rerata bobot kekuatan dua tim yang saling berhadapan, dengan rumus:

Pengali kekuatan regional = (Bobot regional tim 1 + bobot regional tim 2) / 2

Contohnya, Indonesia melawan Jerman, maka faktor pengalinya adalah (0,86 + 1,00) / 2 = 0,93

Perhitungan poin terakhir

Semua faktor tersebut dikalikan dan hasilnya akan dikali 100, kemudian dibulatkan ke bilangan bulat terdekat.

Perhitungan poin = 100 x ((hasil pertandingan) x (status pertandingan) x (kekuatan lawan) x (kekuatan regional))

Senin, 05 November 2012

Tim Futsal Rusia Hujani Gawang Solomon 16 Gol

Rusia tampil trengginas saat meladeni Kepulauan Solomon di Grup F Piala Dunia Futsal Thailand 2012, Sabtu (3/11/2012) malam.

Tak tanggung-tanggung, tim "Beruang Merah" menang besar 16-0!

Pada babak pertama saja, Rusia sudah menggelontorkan delapan gol ke gawang Kepulauan Solomon. Jumlah yang sama juga tercipta pada paruh kedua pertandingan.

Eder Lima menjadi bintang kemenangan besar Rusia dengan memborong tujuh gol sekaligus menancapkan namanya sebagai pencetak gol terbanyak sementara Piala Dunia Futsal Thailand 2012.

Hasil ini membawa Rusia untuk sementara menduduki urutan pertama Grup F. Di bawah Rusia, ada Guatemala yang sama-sama meraih tiga poin hasil kemenangan atas Kolombia, 5-2.

Sedangkan pada laga Grup E, Serbia dan Ceko juga meraih hasil positif. Serbia sukses menekuk Mesir 3-1, sementara Ceko menghentikan perlawanan Kuwait dengan skor tipis, 3-2.