Halaman

Jumat, 15 November 2013

5 Kegagalan Software Paling Merugikan Sedunia

Namanya produk manusia, pasti tak ada yang sempurna. Namun begitu kesalahan ini terjadi saat membuat super scripts yang sangat kompleks dalam pemrograman sebuah software, maka kerugian miliaran dollar bisa terjadi kurang dari 60 detik. Simak 5 kegagalan software berikut ini:


1. Orbiter Mars Crashes



Kontraktor yang diberi tanggung jawab perencanaan sistem navigasi NASA memperoleh spesifikasi pembuatan software. Tapi bukannya menggunakan sistem metrik, sang kontraktor malah melakukan pengukuran menggunakan satuan imperial. Akibatnya, pesawat ruang angkasa menabrak Mars dan menelan kerugian lebih dari US$125 juta.


2. Ariane 5 Flight 501


Mesin satelit ini jauh lebih cepat daripada model-model sebelumnya tetapi memiliki bug perangkat lunak yang tidak terdeteksi sebelumnya. Satelit diluncurkan dan setelah 36,7 detik mengudara, seketika terjadi malfungsi dan berubah menjadi bola api yang megah. Biaya pembuatan satelit diperkirakan mencapai US$8 miliar dengan membawa muatan senilai US$500 juta dollar ketika hancur.


3. EDS Fails Child Support


Sekitar 6 tahun yang lalu, kontraktor EDS menciptakan sistem teknologi informasi yang cukup kompleks yang dipesan CSA (Child Support Agency) atau Badan Dukungan Anak di Inggris. Perangkat ini ternyata tidak kompatibel dengan restrukturisasi yang direncanakan, sehingga menyebabkan banyak kesalahan. Biaya kerugian diperkirakan sejak saat itu hingga sekarang mencapai US$1 miliar.


4. Soviet Gas Pipeline Explosion


Pada tahun 1982, CIA mengklaim bahwa Uni Soviet sedang dalam proses mencuri teknologi penting AS. CIA kemudian mengirim bug perangkat lunak ke dalam sistem yang akan bekerja sedemikian rupa sehingga terjadi rekayasa operasional. Akibatnya, muncul ledakan dahsyat yang tak pernah terlupakan.


5. Black Monday


Pada tahun 1987, sebuah investigasi menyebabkan pasar saham yang sedang naik tiba-tiba turun signifikan. Penyelidikan mempengaruhi pemegang saham untuk membuang saham mereka. Namun respon analisis komputer yang muncul, malah makin merusak sistem pasar modal. Akibatnya, nilai pasar jatuh dengan cepat dan tidak ada pilihan selain untuk melikuidasi saham.

Rabu, 28 November 2012

Pelepah Pisang Bisa Jadi Peredam Suara

Pelepah pisang merupakan limbah primadona dalam beberapa tahun terakhir untuk diolah jadi berbagai bentuk kerajinan, mulai tas, sandal, hingga hiasan rumah. Penelitian Maharani Dian Permanasari mengungkap satu lagi manfaat pelepah pisang, yakni sebagai peredam suara.

Penelitian dilakukan Maharani tahun 2011 saat menjadi mahasiswa pascasarjana di Institut Teknologi Bandung. Dia meneliti manfaat pelepah pisang kepok (Musa acuminax balbisiana Calla), tidak hanya dibentuk menjadi perabot, tetapi bisa meredam suara bila disusun serta dianyam dalam pola tertentu.

”Jika anyaman pelepah pisang dipasang di rumah sebagai peredam suara ruang home theatre, tentu harganya lebih terjangkau ketimbang peredam suara impor,” kata Maharani yang menjadi dosen di Universitas Surabaya (Ubaya).

Hasil penelitian di Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman (Puslitbangkim) menunjukkan contoh pelepah pisang setebal 2 sentimeter yang dibawa Maharani mampu meredam suara berfrekuensi 200 hertz hingga 63 persen. Frekuensi itu tergolong frekuensi rendah atau suara bas.

Menurut Maharani, saat ini kemampuan meredam suara dari pelepah pisang belum meliputi seluruh frekuensi suara. Suara frekuensi rendah 125 hertz bisa meredam hingga 51 persen, tetapi pada frekuensi 160 hertz tidak sampai meredam 21 persen. Pada frekuensi tinggi, 2.000 hertz, bisa meredam sampai 55 persen, tapi pada 1.600 hertz hanya 40 persen.

”Sebetulnya ini sudah sesuai untuk kebutuhan home theatre karena suara bas yang paling harus diredam,” kata Maharani.

Untuk mampu meredam suara, pelepah pisang harus di- anyam membentuk pola segi enam layaknya sarang lebah. Pola ini paling efektif dalam menutup rapat setiap lubang bila disusun bertumpuk layaknya gelombang. Pola ini tidak dijumpai di Indonesia, melainkan di kepulauan Pasifik. Pola ini biasa digunakan untuk membuat topi anyaman.

Penelitian Maharani menarik perhatian dari luar negeri. Karyanya dipamerkan dalam acara Red Dot Design Museum di kota Essen, Jerman, kemudian dilanjutkan ke pameran Designer’s Open 2012 di Leipzig, Jerman. Keduanya merupakan pameran yang mempertunjukkan tren terbaru dalam busana ataupun desain produk dari berbagai negara.

Penelitian Maharani menunjukkan masih terbukanya kemungkinan untuk memadukan bahan dari pelepah pisang dengan bahan lain untuk meningkatkan daya peredaman suara. Hak cipta dari desain pelepah pisang sebagai bahan akustik itu sudah didaftarkan Maharani ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual.

Di sela tugasnya sebagai dosen, Maharani terus meneliti mengenai aplikasi pelepah pisang kepok untuk dipakai secara massal hingga kemungkinan dijual secara komersial.

”Untuk produksi massal masih membutuhkan bantuan kelompok perajin yang terbiasa dengan menganyam pelepah pisang,” katanya.

Melimpah

Alasan pemilihan pelepah pisang adalah bahan baku ini melimpah di Indonesia. Setiap tahun Indonesia memproduksi pisang sampai 6 juta ton lebih dan tersebar di berbagai pulau. Pelepah pisang adalah bagian dari batang pohon yang tidak lagi terpakai begitu berbuah.

Menurut Maharani, dia menggunakan lapisan ketiga dan keempat atau di tengah pokok pohon pisang. Alasannya, lapisan pertama dan kedua terlalu rapuh karena kering, sementara lapisan kelima dan keenam sulit dibentuk karena terlalu banyak kandungan airnya. Pelepah pisang memiliki karakter berpori, berongga, serta berserat sehingga tampil unik.

Setelah menjajal berbagai jenis pisang, pilihan jatuh pada pisang kepok. Sebelumnya, Maharani sudah mencoba pelepah pisang susu (Musa sativa L), pisang raja (Musa paradisiaca), maupun pisang batu (Musa balbisiana Colla), tetapi daya redam suaranya tidak ada yang bisa mengalahkan pelepah pisang kepok.

”Sewaktu diuji di Puslitbangkim, peneliti di sana sempat heran karena yang biasa diuji akustik adalah bahan seperti gipsum atau kayu,” ujarnya.

Dengan penelitian ini, Maharani berharap agar produksi pisang di Indonesia makin didorong karena tidak hanya buahnya yang dipanen, tetapi juga batang pohon pisang ikut memberikan nilai ekonomis kepada petaninya.

Nilai tambah

Keterlibatan Maharani dengan pelepah pisang dimulai sejak dia kuliah Desain Produk di ITB pada 2008. Memulai sebagai tugas akhir, Maharani menggunakan pelepah pisang sebagai peralatan sehari-hari. Bila perajin lain membuat dengan cara menganyam dan desainnya masih sebatas kotak, dia memakai teknik pres kemudian dicetak sehingga bentuknya unik, tetapi tidak meninggalkan karakter awal.

Dari perjumpaan dengan penghasil pelepah pisang di daerah Bojonegoro, Jawa Timur, Maharani tertarik untuk mengolah pelepah pisang lebih jauh untuk memberi nilai tambah. Hal itu diwujudkan dalam penelitian soal pelepah pisang sebagai peredam suara.

Maharani berharap, hasil penelitiannya bisa bermanfaat bagi pemilik home theatre yang ingin menata akustik ruangan dengan biaya lebih ringan. Selain itu memberi nilai tambah bagi pelepah pisang dan menambah penghasilan petani pisang.

Beda Belajar Bahasa Inggris sejak Dini dengan Saat Dewasa

 

Seperti kata pepatah, belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu, belajar sesudah dewasa serupa mengukir di atas air. Begitu juga ketika belajar bahasa asing. Memang akan lebih efektif jika mulai belajar bahasa asing dari kecil karena di usia itulah anak-anak bisa dengan mudah meniru pelafalan yang benar.

Namun, jangan dulu menyerah dengan pepatah lama di atas. Menurut praktisi lembaga bahasa Inggris LIA, Suhud Widagdo, orang dewasa pun tetap bisa mengembangkan kemampuan belajar bahasa Inggris pun jika baru memulainya sekarang.

"Tak ada yang mustahil memang meskipun pembentukannya agak lebih lama. Sebab, masalah orang dewasa kebanyakan adalah soal keterbatasan kosakata," kata Suhud kepada Kompas.com di Jakarta, Minggu (11/11/2012) kemarin.

Kosakata yang seharusnya dikuasai saat masih kanak-kanak tetap bisa dihafalkan dari sekarang asal dilakukan dengan serius dan berkesinambungan.

"Yang penting harus punya pedoman kata yang secara terus-menerus dihafal dan harus banyak dulu katanya. Kalau sudah banyak, kan, tinggal digabung-gabungkan. Nanti dulu soal kebenaran menyusun katanya. Kalau sudah banyak akan ada kesempatan membenarkannya," ujarnya.

Selain memperbanyak kosakata, membiasakan berkomunikasi dengan bahasa yang dipelajarinya juga harus terus dilakukan. Hal ini perlu dilakukan agar lidah kita dapat menyesuaikan dalam pengucapan bahasa Inggris serta bakal terlatih.

"Mereka tetap tidak boleh putus asa untuk belajar. Awalnya berat, tetapi memang harus dipaksa dengan banyak berkomunikasi langsung dan mengumpulkan terus pilihan kosakata lainnya," katanya.

"Pede aja..."

Suhud menyarankan, tidak hanya sering mengucapkan kosakata yang sedang dipelajari, tetapi juga dituliskan dalam buku catatan tersendiri, agar pengejaannya benar.

"Secara akademis bahasa Inggris, bentuk tulisan itu akan dapat dipertanggungjawabkan. Dari tulisan kita dapat mengikuti kaidah standar bahasa Inggris yang baik dan benar," katanya lagi.

Untuk menambah latihan jam terbang bercakap dalam bahasa Inggris, Suhud menyarankan orang dewasa yang belajar bahasa menjaga semangat belajar dan kepercayaan dirinya.

"Yang sering dirasakan orang-orang dewasa ini adalah soal ketidakpercayaan diri untuk menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Don't be afraid of making mistake. Kita ini makhluk ciptaan Tuhan, yang dianugerahi akal. Jadi, satu kali jatuh, kita akan berpikir dan tahu bagaimana cara menghindari itu," katanya.

Jika masih sering melakukan kesalahan dalam hal pengucapan kata bahasa Inggris, lanjut Suhud, orang itu pun memerlukan interaksi dengan seorang pembimbing.

Berlatih
Dia menyarankan siswa bergabung dalam english club untuk umum di akhir pekan. Di sana siswa dapat belajar bercakap, berorganisasi, ikut berdiskusi membahas topik, dan dengan memiliki rekan untuk berlatih bicara atau pembimbing, mereka akan menuntun Anda mengikuti kaidah berbahasa yang baik dan benar, atau mereka dapat menjadi language evaluator Anda.

"Bagaimanapun itu, pada akhirnya siswa tetap keep on practising, sebab kalau tidak berlatih, lidah kita akan terasa aneh dan janggal," katanya.

Berbeda dengan anak-anak di mana belajar mereka dimulai sejak usia dini akan memudahkan mereka menerima pelajaran dengan lebih baik karena sel-sel otak mereka mampu menyimpan memori dengan sangat baik. Yang penting, bahasa Inggris diperkenalkan dan diajarkan dengan metode yang alami tetapi menarik.

Untuk anak usia dini satu atau dua tahun, Suhud menuturkan ada macam-macam cara yang dapat ditempuh untuk mulai memperkenalkan bahasa asing, antara lain melalui permainan.

"Permainan edukatif atau games juga bisa mengasah keterampilan, tetapi yang diambil adalah permainan petulangannya. Sebab dengan menjadi gamer atau pemain, mereka sudah mampu menangkap vocabulary atau istilah dalam permainan-permainan. Itu di luar permainan perang ya," katanya.

Menurut direktur penerbitan majalan CnS Junior ini, anak-anak dapat menerima kosakata secara pasif. Anak berusia satu tahun, misalnya. Mereka lebih baik diperkenalkan dengan benda-benda di sekitarnya untuk menambah perbendaharaan kosakatanya.

"Pembentukan vocabulary atau kosakata itu penting sekali karena awalnya anak itu bisa berkomunikasi adalah dari jumlah kata-kata yang dikenalnya. Dari sana ia nanti mampu berbicara," katanya.

Temuan Fosil Terbaru Pecahkan Rekor Penguin Terbesar

 
Palaentolog asal Argentina menemukan fosil penguin raksasa yang memiliki tinggi 2 meter. Fosil itu ditemukan di Antartika, diperkirakan hidup 34 juta tahun lalu.

"Ini adalah penguin terbesar yang diketahui berdasarkan tinggi dan ukuran massa tubuhnya," kata Caroplina Acosta, palaentolog dari Natural Sciences Museum of La Plata, seperti dikutip AFP, Rabu (21/11/2012).

Acosta mengatakan, ukuran penguin ini mengalahkan ukuran penguin emperor, penguin yang sebelumnya dianggap terbesar, punya tinggi 1,2 meter.

Marcelo Reguero, pimpinan studi ini, mengatakan bahwa penemuan fosil ini akan membantu ilmuwa meneliti lebih jauh dan kompleks tentang asal usul penguin modern.

Dalam waktu dekat, peneliti akan mengadakan ekspedisi ke Antartika untuk mencari fosil tambahan. Fosil itu berguna untuk mempelajari anatomi serta cara penguin tersebut bergerak.

Penemuan sebelumnya menunjukkan, penguin tidak memiliki warbna hitam putih tetapi berwarna merah kecoklatan dan abu-abu.

Sebuah Pulau "Menghilang" dari Permukaan Bumi

Google Map
Sebuah pulau "menghilang" dari permukaan Bumi. Hal ini disadari oleh Maria Seton, ilmuwan dari University of Sydney yang mencari keberadaan pulau tersebut dalam ekspedisi geologi.

Pulau yang "hilang" itu dalam Google Earth tampil sebagai Sandy Island, terletak di Laut Koral, di antara Australia dan Kaledonia Baru.

Pulau tersebut juga dikenali keberadaannya sebagai Sable Island dalam Times atlas of the World. Lembaga maritim Australia, Southern Surveyor, juga menyatakan pulau itu eksis.

Yang mengejutkan adalah, saat Southern Surveyor melakukan penelitian untuk mengidentifikasi fragmen daratan yang tenggelam di Laut Koral, pulau itu tak ditemukan.

"Kami ingin mengeceknya sebab navigasi di kapal menunjukkan kedalaman 1.400 meter di area tersebut, sangat dalam," kata Seton seperti sikutip AFP, Kamis (22/11/2012).

"Pulau itu ada di Google earth dan peta lain jadi kami mengeceknya dan tak menemukan apapun. Ini benar-benar teka-teki. Ini aneh. bagaimana ini ada di peta, kami tak tahu," lanjut Seton.

"Hilangnya" pulau ini banyak dibicarakan di media sosial. Seorang bernama Charlie Loyd  menunjukkan bahwa pulau ini juga ada di peta Yahoo dan Bing.

Di www.abovetopsecret.com, diskusi juga berlangsung. seseorang yang mengonfirmasi badan penelitian hidrografi Perancis mengatakan, pulau itu ialah pulau "khayalan" dan telah dihapus dari peta sejak 1979.

Google menyatakan bahwa pihaknya terbuka akan setiap respon dan siap mengintegrasikan informasi baru dari pengguna atau rekanannya ke Google Map.

"Kami bekerja dengan berbagai pihak dan sumber data komersial untuk memberikan peta yang paling kaya dan terbaru kepada pengguna," kata juru bicara Google.

Badan Hidrografi dari angkatan laut Australia menyatakan, "Salah satu yang menarik dari peta dan geografi adalah bahwa dunia ialah tempat yang terus berubah dan menyesuaikan terhadap perubahan ini adalah usaha yang tak akan pernah berakhir."

10 Kota Indah Di Atas Tebing

Ada banyak arsitektur di dunia ini yang mengagumkan. Salah satunya kota yang berdiri di atas tebing. Tempat seperti ini mengundang sensasi bagi wisatawan yang berkunjung. Sebuah tempat yang membuat kita bisa melihat pemandangan yang jauh di batas cakrawala, atau melihat segala sesuatu begitu kecil yang jauh di bawah kaki kita.


1. Castellfollit de la Roca


 
Castellfollit de la Roca dianggap sebagai salah satu desa yang paling indah di wilayah Catalonia di Spanyol. Desa ini dibangun di atas tebing basal antara dua sungai. Sebagian besar bangunan tampak melayang di tepi tebing, memberikan ilusi bahwa rumah-rumah tersebut bisa jatuh ke bawah setiap saat.

Bagian tertua dari desa itu dibangun pada Abad Pertengahan, terdiri dari jalan-jalan sempit dan sudut-sudut gelap. Rumah-rumah di sini terbuat dari batu vulkanik.


2. Rocamadour

 
Rocamadour adalah sebuah desa kecil yang dibangun di atas ngarai di Sungai Alzou di barat daya Perancis. Bangunan di Rocamadour mengundak secara bertahap sampai sisi tebing. Desa yang dibangun pada abad ke-12 ini menjadi sepi akibat perang dan Revolusi Perancis.

Saat ini Rocamadour kembali populer oleh turis dan peziarah yang datang untuk menghormati Santo Amadour. Menurut legenda, orang suci ini menjadi saksi atas kematian Santo Petrus dan Santo Paulus di Roma. Ia kemudian melakukan perjalanan ke lokasi ini dan menjadi seorang pertapa.


3. Bonifacio



Bonifacio adalah sebuah kota yang terletak di ujung selatan pulau Corsica. Kota dan benteng di kota ini berjajar memanjang di sepanjang puncak tebing, yang berada di ketinggian sekitar 70 meter. Tebing ini bagian bawahnya semakin lama semakin terkikis oleh lautan sehingga bangunan yang terdapat di bibir jurang, seperti tampak menggantung.

Jika kita melihat kota ini dari laut, kota tampak putih berkilauan di bawah sinar matahari dan seolah menggantung di atas air.


4. Acapulco



Acapulco adalah kota resort di Meksiko yang terkenal sejak tahun 1950-an sebagai tempat liburan untuk para bintang Hollywood dan para milyarder. Tidak lengkap rasanya berkunjung ke Acapulco tanpa menonton penyelam melakukan lompatan mengesankan dari atas tebing ke dalam air dangkal yang tentu sangat berbahaya. Para penyelam seperti ini telah melakukan hal tersebut sejak tahun 1930-an.



5. Mesa Verde



Mesa Verde terletak di barat daya Colorado, dan terkenal karena terdapat rumah-rumah tebing dari orang Anasazi kuno. Mesa Verde merupakan temuan arkeologi paling signifikan dari budaya asli Amerika di Amerika Serikat.

Pada abad ke-12, orang-orang Anasazi mulai membangun rumah-rumah di gua-gua dangkal di bawah tebing batu yang menggantung di atasnya di sepanjang dinding ngarai. Rumah yang paling terkenal di sini disebut Cliff Palace dan Rumah Spruce Tree.

Pada tahun 1300, semua orang Anasazi telah meninggalkan daerah Mesa Verde, namun reruntuhan rumah-rumah ini tetap terawetkan dengan hampir sempurna. Alasan untuk kepergian mereka yang tiba-tiba mereka tidak terjelaskan. Tetapi ada teori yang menduga bahwa hal tersebut diakibatkan karena kegagalan panen saat kekeringan melanda. Teori lain menyebut disebabkan oleh serangan suku lainnya dari Utara.


6. Bandiagara



Bandiagara adalah sebuah tebing batu pasir yang terletak di Dogon, Mali. Bandiagara terletak hampir setinggi 500 meter dari dataran berpasir di bawahnya.

Tebing di sini banyak terdapat gua kuno tempat tinggal orang-orang Tellem. Orang-orang Tellem ini memahat gua mereka di tebing ini agar ketika mereka mati, mereka bisa dikubur tinggi di atas banjir yang sering melanda daerah ini. Mereka juga membangun puluhan desa di sepanjang tebing di atas gua-gua ini.

Pada abad ke-14, orang-orang Dogon mengusir orang-orang Tellem dan mereka menempati daerah ini sampai sekarang.


7. Ronda

 
Ronda terletak di provinsi Malaga di Spanyol. Ronda terletak di pegunungan pada ketinggian 760 meter. Kota ini terbagi dua oleh Sungai Guadalevin yang mengalir melalui Ronda. Ada tiga jembatan yang digunakan untuk menyeberangi ngarai sehingga bisa menyeberang dari satu sisi ke sisi lain kota Ronda.

Arsitektur kota ini menerima pengaruh dari bangsa Romawi dan Moor yang pernah memerintah daerah ini. Ronda juga merupakan tempat kelahiran adu banteng. Arena tempat adu banteng tertua di Spanyol masih ada di Ronda sampai saat ini.


8. Al Hajjara



Al Hajjara, adalah sebuah kota bersejarah yang berdiri di atas tebing di Pegunungan Haraz, dan terletak di sebelah barat kota Manakhah, Yaman. Kota ini adalah salah satu dari kota-kota pegunungan yang paling mengesankan dan paling mudah diakses di Yaman. Kota ini benar-benar dibangun dengan blok batu yang diambil dari tambang batu di gunung terdekat. Al Hajjara sendir berasal dari abad kedua belas.


9. Positano

 
Positano adalah sebuah kota kecil yang terletak di Pantai Amalfi di Compania dan merupakan salah satu objek wisata yang paling populer di Italia. Kota ini tampak tersebar di sebuah tebing dari atas sampai bawah menuju pantai.

Meskipun kota ini didirikan dan berkembang pada abad pertengahan, pada pertengahan abad 19, lebih dari setengah penduduknya telah pergi dari kota ini. Pada abad ke-20, kota ini berubah dari sebuah desa nelayan yang miskin menjadi daerah tujuan wisata yang sangat populer berkat penulis John Steinbeck yang memuji keindahannya.


10. Santorini



Santorini adalah sebuah pulau vulkanik di gugusan pulau-pulau di Cyclades, Yunani. Pulau ini terkenal dengan pemandangan yang indah, matahari terbenam yang menakjubkan, rumah-rumah berwarna putih bersih, dan gunung berapi aktifnya. Di pulau ini terdapat Kota Oia di atas tebing setinggi 400 meter.

Lampu Pengubah CO2 Menjadi Listrik

Seperti diketahui, tumbuhan merupakan penyerap CO2 terbaik. Sehingga gerakan penghijauan di perkotaan menjadi penting. Sayang, daya serap ini masih kalah dengan polusi yang ditimbulkan dari asap industri dan emisi gas buang dari kendaraan. Perlu bantuan lebih agar tingkat polusi bisa dikurangi seoptimal mungkin.

Tak lama lagi, kita mungkin bisa menikmati teknologi terbaru yakni ditemukannya lampu yang bisa mengubah CO2 menjadi tenaga listrik. Adalah Pierre Calleja, biochemist asal Prancis yang berhasil menciptakan lampu yang dapat menyerap Karbondioksida di udara lebih banyak dibandingkan pohon.

 
Dalam penelitian yang dia tekuni selama kurang lebih 20 tahun itu, Calleja menggunakan microalgae atau ganggang berukuran mikro yang terdapat di sekitar danau di Louisiana, Amerika Serikat. Apabila bercampur air, maka ganggang ini akan mengubah air menjadi hijau terang.

Ganggang mikro ini dapat menghasilkan energi listrik secara alami ketika mereka melakukan fotosintesis.

"Lampu tersebut berbentuk silinder dan berisi ganggang mikro. Ganggang tersebut menyerap sinar matahari dan CO2 di udara dan mengubahnya menjadi energi listrik," jelas Calleja.

Memang sampai sekarang lampu ciptaan Calleja ini belum dikembangkan secara penuh. Namun, ketika lampu tersebut sudah teruji dan siap digunakan, dengan menempatkan lampu tersebut di sekitar jalanan yang sering dilewati kendaraan, maka sekitar 25% emisi gas buang atau kandungan Karbondioksida di udara dapat terserap.

Ketika pada waktu siang lampu tersebut berhasil menyerap CO2 dan sinar matahari, energi yang dikumpulkannya dapat juga digunakan sebagai penerangan jalan di malam hari.